JAKARTA - Meski pelantikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI masih cukup lama di tanggal 1 Oktober 2019 mendatang, namun suasana politik mulai 'memanas' menjelang pengambilan sumpah janji anggota DPD RI periode 2019-2024. Aura politik memanas tersebut, tak lain ketika muncul bursa calon pimpinan lembaga tinggi negara utusan legislator daerah ini, dan sang calon sudah mulai melakukan lobi tingkat tinggi dan gerilyawan politik. Para calon pimpinan DPD RI sudah mulai on the track melakukan safari politik tebar pesona.
Menariknya, santer beredar untuk calon pimpinan DPD RI, diantaranya adalah La Nyalla Mattaliti, Jimly Assidiqi, GKR Hemas, Sultan Baktiar Najamuddin, Nono Sampono, Hana Latuconsina, Awang Ferdian dan Abdullah Puteh.
Dr. Alirman Sori, SH, M.Hum, senator terpilih asal Pemilihan Provinsi Sumatera Barat, ketika diminta tanggapannya seputar wacana pemilihan pimpinan DPD RI periode 2019-2024, (8/9/2019), menjelaskan, bahwa Lembaga Negara DPD RI lahir secara yuridis pada perubahan ketiga Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945 dan secara faktual kehadirannya 1 Oktober 2004 ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji anggota DPD RI 2004-2009 yang berjumlah 128 orang.
Tapi, menurut Also, begitu senator ini dipanggil, semua bisa saja berubah sesuai dengan kondisi politik menjelang pemilihan pimpinan DPD RI dihari H.
Ketika ditanya kemungkinan ada figur lain yang akan muncul, jawab Also, dari perbincangan sepertinya akan muncul kuda hitam dan kalau dugaan itu benar sosok kuda hitam dimaksud dapat mengalahkan figur yang digadang-gadangkan diatas. Siapa nama kuda hitam itu, Also enggan menyebutkannya masih rahasia, ungkapnya saat dihubungi BERITAMINANG.com via telepon, Senin, 9 September 2019 . (Gus)
Editor :






