KOTA PARIAMAN - Malam ini adalah malam ke-7 dalam rangkaian prosesi tabuik di tahun 1441H atau Sabtu (7/9) tahun 2019 Masehi dan juga merupakan malam acara prosesi maarak jari-jari dan perselisihan maarak jari-jari antara Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.
Prosesi Maarak Jari-Jari ini merupakan pengumpamaan jasad cucu Nabi Muhammad SAW yang dibunuh secara keji oleh pasukan tentara Raja Yazid Bin Muawiyah pada perang Karbala.
Sebelum prosesi maarak jari-jari ini ada namanya yang disebut dengan Maradai yaitu proses meminta sumbangan kepada masyarakat Kota Pariaman yang diiringi dengan maarak jari-jari yang dibuat duplikatnya oleh anak tabuik yang menyerupai jari jemari manusia dan diletak pada satu tempat seperti wajan atau panja yang diarak disekitar kawasan Pasar Pariaman dan diiringi dengan tabuhan gandang tasa.
Prosesi Maradai juga memiliki makna bahwa kegiatan ini perlu juga melibatkan peran serta masyarakat luas untuk memberikan sumbangan
demi terselenggaranya pesta budaya tabuik yang menelan banyak biaya ini. Setelah prosesi Maradai ini selesai, kegiatan maarak jari-jari dilanjutkan dengan prosesi Basalisiah antara Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.
Dalam kesempatan ini hadir Walikota Pariaman Genius Umar didampingi oleh Kepala OPD yang ada di lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman, serta Forkopimda yang ada di Kota Pariaman.
"Tahun ini tabuik sudah mengarah menjadi tabuik pariwisata yang digelar setiap tahunnya di Kota Pariaman dan tidak ada ditempat lain di Indonesia ini yang melaksanakan ivent budaya seperti ini setiap tahunnya yang membuat orang ramai datang untuk menyaksikan pesta budaya tabuik ini", tutur Genius Umar dalam sambutannya.
"Tabuik adalah salah satu ivent yang mempunyai daya tarik yang kuat di Kota Pariaman yang selalu di tunggu-tunggu masyarakat dan wisatawan setiap tahunnya, dan tabuik ini juga sudah menjadi Heritage (budaya) Nasional dan juga sudah di usulkan ke Unesco untuk dijadikan sebagai Heritage Internasional, sehingga nanti banyak dikunjungi oleh wisatawan ke Kota Pariaman", jelasnya.
Beliau juga mengimbau kepada masyarakat Kota Pariaman, untuk menghindari perselihan yang bisa merugikan kedua belah pihak karena tabuik pasa dan tabuik subarang adalah bersaudara.
Editor :






