IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Jaga Ketersediaan Pangan, Bupati Dharmasraya Usulkan Penundaan Rehabilitasi Irigasi Batanghari

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Foto Humas Dharmasraya
Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Foto Humas Dharmasraya
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

DHARMASRAYA - Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, usulkan penundaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Primer Batanghari hingga tahun 2021, kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Usulan penundaan ini dilakukan bupati untuk memperjuangkan aspirasi petani dan demi menjaga ketersediaan pangan masyarakat agar tetap terjamin, terutama dalam kondisi penanganan wabah Covid-19 saat ini. Surat penundaan ini sudah dikirim Rabu, 1 April2020.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sedianya, untuk rehabilitasi irigasi ini, akan dilakukan pengeringan total saluran primer irigasi Batanghari, yang mengaliri 85 persen sawah di Kabupaten Dharmasraya. Jika rehab ini tetap dilanjutkan, maka tentu akan berdampak pada musim tanam periode 2 dan 3 tahun 2020 di Kabupaten Dharmasraya.

Sementara di sisi lain, lockdown terbatas di Provinsi Sumatera Barat tengah terjadi, untuk menyikapi penyebaran Covid-19. Dalam kondisi ini, tentu pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan pangan yang memadai untuk masyarakat.

Itulah kenapa, kata bupati, penundaan rehab ini diusulkan. "Meskipun kita sadar, bahwa rehab irigasi ini sangat dibutuhkan buat pertanian Dharmasraya jangka panjang. Tapi untuk kondisi saat ini, penundaan pengeringan irigasi lebih relevan. Mudah-mudahan suara dari Dharmasraya didengar dan dipertimbangkan oleh Pak Menteri PUPR," pungkas bupati. Hms/MR

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH