TUAPEIJAT - Pemerintah Kabupaten Mentawai bakal lakukan penutupan seluruh akses keluar dan masuk Mentawai baik melalui laut, dan udara demi mencegah meluasnya dampak penularan virus corona (Covid) 19.
Penutupan akses ke Kabupaten berjuluk " Bumi Sikerei" ini akan diberlakukan mulai Selasa (31/3/2020), seperti disebutkan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake pada jumpa pers di Tuapeijat, Minggu (29/3/2020).
Kortanius mengatakan, Pemerintah Mentawai tidak mengizinkan armada penerbangan perintis, kapal penumpang, kapal wisata, kapal penyeberangan, kapal perintis, speed boat dan kapal jenis apapun, untuk membawa penumpang dari bandar udara maupun pelabuhan dari wilayah pesisir Sumbar ataupun dari wilayah lainnya masuk ke Mentawai hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemda Mentawai.
Meski demikian, kapal hanya bisa membawa bahan kebutuhan pokok, BBM, atau logistik untuk penanganan dan pencegahan Covid 19.
Tim gugus tugas, kata Korta akan mengawasi semua kapal, ABK, dan barang yang masuk akan disemprot dari pelabuhan di Padang dan ketika tiba di Mentawai, serta petugas kapal tidak diperbolehkan turun lalu lalang ke daratan.
"Kapal antar pulau kita perketat dan hanya beroperasi sekali seminggu. Kami imbau bagi masyarakat, jika tidak ada urusan yang terlalu penting, tidak usah berangkat karena jadwal kapal dan penumpang dibatasi dan jarak antar penumpang juga dijaga," imbau Kortanius Sabeleake dilansir dari laman resmi Pemkab Mentawai.
Lebih lanjut ia mengajak warga untuk melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah, tetap jaga jarak, kebersihan, dan kesehatan.
"Tokoh masyarakat, kepala desa dan dusun pantau semua warga yang masuk atau pulang kampung ke Mentawai agar dilaporkan ke petugas kesehatan untuk memantau kondisi kesehatannya juga dilakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri," imbaunya.
Hal tersebut dikatakan karena eksodus warga yang mudik ke kampung halaman.
Editor :






