BUKITTINGGI - Wako Bukitinggi Ramlan Nurmatias katakan, sampai per 27 maret 2020 kemaren terdapat 14 pasien yang tengah diisolasi dan dalam penanganan tim medis di RS.Achmad Muchtar (RSAM).
Sebagaimana dilaporkan juga oleh pihak RSAM, hari itu, akan ada tambahan 5 pasien (PDP) yang akan masuk. Menurut Wako, tambahan PDP tersebut tentunya akan menyulitkan tindakan penanganan dikarenakan keterbatasan ruang isolasi yang terdapat di RSAM.
Sebagaimana diketahui, RSAM merupakan rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Sumbar selain RS. M.Djamil di Padang.
Terkait hal tersebut, Wako Ramlan usulkan ruang Cindua Mato di RSAM dialihfungsikan sebagai ruang isolasi bagi PDP COVID-19 karena memiliki kapasitas ruangan yang cukup besar, serta menyediakan IGD khusus/tersendiri untuk penanganan pasien COVID-19.
Selanjutnya Wako Ramlan juga mengungkapkan kondisi keterbatasan peralatan yang dimiliki RSAM, seperti alat ventilator, serta kesinambungan ketersedian APD bagi tenaga medis dan paramedis.
" seiring dengan bertambahnya jumlah pasien, maka jumlah tenaga paramedis tentu juga akan berkurang. Ini kiranya perlu mendapat perhatian juga," tambahan Ramlan.
Wako juga mengutarakan usulan agar dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan kepada para perantau yang pulang serta menghentikan sementara waktu layanan jasa transportasi travel yang masuk ke Sumbar.
Hal itu disampaikan Ramlan Pada telekonferensi dengan Gubernur Sumbar bersama Bupati/Walikota, se Sumbar,Jumat (27/03).
Dikatakannya, "ODP terus bertambah. Sebagaimana tadi disampaikan juga oleh Bupati dan Walikota lain, pulangnya para perantau tidak dapat dicegah," ujar Wako.
Editor :






