IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Disnakertrans Sumbar Latih Warga Pasir Talang Solsel Menjahit Kompetesi MTU

Mario Syahjohan, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra serahkan alat pelatihan pada seorang peserta. Foto Humas Disnaker Sumbar
Mario Syahjohan, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra serahkan alat pelatihan pada seorang peserta. Foto Humas Disnaker Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SUNGAI PAGU - UPTD BLK Padang Panjang Disnakertrans Provinsi Sumbar melakukan pelatihan berbasis kompetensi mobile training (MTU) jurusan menjahit dan processing di Nagari Pasi Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kebupaten Solsel, Jumat (13/3/2020).

Pelatihan dilakukan dalam rangka penyiapan SDM unggul yang berdaya saing melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi Mobile Training (MTU) program menjahit. Pelatihan Berbasis Kompetensi Jurusan Menjahit MTU di Nagari Pasir Talang Barat dan Jurusan Processing MTU di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan merupakan dana Pokir Mario Syah Johan, Anggota DPRD Sumbar.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Mario Syahjohan, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra yang dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Solok Selatan, Camat Sungai Pagu, Walinagari Pasir Talang, Walinagari Pasir Talang Barat dan Tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Mario menyebutkan, hendaknya peserta pelatihan memanfaatkan kegiatan ini dalam peningkatan SDM dan menjadi mandiri serta kompeten. Ia menyebutkan, pelatihan sengaja ia usulkan melalui pokok-pokok pikiran angota DPRD Sumbar guna menambah keterampilan warga di Solok Selatan.

Mario mengatakan, program pemberdayaan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan keinginan perempuan untuk peningkatan SDM dan membangkitkan ekonomi di Daerah Pemilihan Sumbar 7.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kepala UPTD BLK Padang Panjang, Suryadi Boy menyebutkan jika peserta pelatihan menjahit dan Prosesing dari kaum perempuan diberikan asuransi dari BPJS. Pihaknya, memberikan durasi pelatihan selama 40 hari untuk keterampilan menjahit dan 30 hari untuk Prosesing membuat kue. Ada dua Instruktur yakni Nurazizah aliad Mama Gadih dan Elfiana Oktrismi. Pesert juga dibekali pakaian kerja dan diberikan uang transportasi.

Pihaknya, mengatakan program pemberdayaan berbasis kompetensi dari pokok pikiran Mario Syahjohan adalah sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat. "Untuk itu, Kami siap membantu dan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pada daerah pemilihan pak Mario. Kami hanya pelaksana, dikasih anggaran maka bisa laksanakan program ini," ujarnya.

Menurutnya, tanpa perjuangan dari Mario Syahjohan maka tidak bakal ada program ini. "Kepada instruktu, tolong ilmunya diberikan semua dan peserta jangan malu bertanya jika ada yang tidak paham," katanya.

Suriadi mengatakan, ini kesempatan terbaik. Bagaimana peserta bisa terampil, mandiri dan menghasilkan dalam menopang perekonomian. "Kami juga ingin kolaborasi dari Disnakertrans Solsel supaya ada tindak-lanjut setelah pelatihan ini. Satu paket kegiatan diikuti oleh 16 orang peserta," katanya. (BM/Hms-Sumbar)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH