IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Tim PKM Teknil Sipil UNP Latih Siswa SDN 19 Tanah Garam Kota Solok Mitigasi Banjir Terapkan Biopori

Foto bersama Tim PKM Teknik Sipil FT UNP dipimpin Syahril Rahmat, S.T., M.Sc,di depan gerbang SDN 19 Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat. Foto-Foto: Tim PKM Teknik Sipil UNP
Foto bersama Tim PKM Teknik Sipil FT UNP dipimpin Syahril Rahmat, S.T., M.Sc,di depan gerbang SDN 19 Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat. Foto-Foto: Tim PKM Teknik Sipil UNP
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

KOTA SOLOK – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang (FT UNP) di SDN 19 Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat.

Ketua Tim Pengabdian Departemen Teknik Sipil FT UNP, Syahril Rahmat, S.T., M.Sc, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada siswa, guru, dan masyarakat mengenai mitigasi banjir melalui penerapan teknologi lubang resapan biopori.

Lubang Biopori.
Lubang Biopori.

“Program ini kami laksanakan agar siswa sejak dini memiliki kesadaran dan keterampilan menghadapi bencana, khususnya banjir, dengan cara yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Biopori adalah salah satu solusi efektif yang bisa langsung dipraktikkan,” ujar Syahril.

Praktek pemasangan biopori.
Praktek pemasangan biopori.

Kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 tersebut dimulai dengan penjelasan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, fungsi biopori, hingga praktik langsung pembuatan biopori di lingkungan sekolah. Para siswa terlihat antusias menggali tanah, memasang pipa PVC berlubang, dan mengisi biopori dengan sampah organik.

Siswa serius melihat pemasangan biopori.
Siswa serius melihat pemasangan biopori.

Syahril menjelaskan bahwa dampak biopori tidak hanya pada peningkatan daya serap air hujan, tetapi juga pada pengelolaan sampah organik di sekolah. Sampah daun dan sisa makanan dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori sehingga terurai menjadi kompos yang menyuburkan tanah. Dengan demikian, biopori berperan ganda: mengurangi risiko genangan banjir sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Suasana pemberian teori teknologi biopori.
Suasana pemberian teori teknologi biopori.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa mengenai bencana. Pengetahuan tentang penyebab banjir mencapai 89,31%, tindakan pencegahan 86,73%, kesiapsiagaan saat banjir 88,61%, dan tindakan pasca banjir 85,35%. Data ini menegaskan bahwa sosialisasi dan aplikasi biopori memberikan dampak nyata terhadap kesiapsiagaan siswa.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan perangkat kelurahan. Bahkan, 16 unit biopori dipasang secara permanen di area sekolah sebagai bentuk keberlanjutan program. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa tentang penyebab, pencegahan, dan kesiapsiagaan menghadapi banjir.

Suasana kegiatan.
Suasana kegiatan.

“Dengan adanya biopori, siswa bukan hanya belajar teori, tetapi juga praktik menjaga lingkungan. Kami berharap mereka bisa menjadi penggerak di masyarakat untuk menerapkan teknologi ini di rumah masing-masing,” ungkap salah seorang guru SDN 19 Tanah Garam.

Syahril menambahkan, semoga kegiatan ini menjadi inspirasi agar teknologi sederhana seperti biopori bisa diterapkan lebih luas.

"Dampaknya tidak hanya mengurangi banjir, tapi juga menciptakan lingkungan sehat, tanah yang subur, dan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam," pungkasnya. (R/BM)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH