Elzadaswarman juga meminta madrasah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Namun, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.
“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.
Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan unsur terkait perlu menyatukan langkah agar kebijakan dan program pendidikan menghasilkan perubahan yang nyata bagi peserta didik.
“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.
Editor : Medio Agusta






