Menurutnya, program tersebut bukan sekadar gerakan menanam, tetapi upaya membangun kesadaran bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap ASN dibagikan satu polybag media tanam dan dua Benih Siap Tanam (BST) bawang merah varietas unggul untuk dirawat di pekarangan kantor masing-masing.
Zulmaeta mengatakan keberadaan tanaman bawang merah di lingkungan perkantoran pemerintah sekaligus menjadi media pembelajaran dan contoh nyata bagi masyarakat.
“ASN belajar secara langsung bahwa pangan yang dikonsumsi membutuhkan proses, perawatan, dan kerja keras. Ketika masyarakat datang mengurus administrasi ke kantor pemerintah, mereka dapat melihat contoh nyata bahwa ASN ikut menanam bawang merah,” ujarnya.
Para kepala perangkat daerah juga diminta mengawal keberlanjutan program dengan menyisipkan agenda perawatan tanaman dalam apel pagi rutin serta mendokumentasikan perkembangan tanaman sebagai bagian dari pemantauan program.
Editor : Medio Agusta






