Menurutnya, seorang pejabat pimpinan tinggi tidak cukup hanya mampu menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi seluruh jajaran. Keteladanan tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam integritas, kedisiplinan, kejujuran, etos kerja, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Kalau kita ingin bawahan disiplin, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan. Kalau kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik, maka pimpinan harus menjadi orang pertama yang memberikan pelayanan dengan baik,” tegasnya.
Mahyeldi juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi memahami secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pemimpin harus mampu membaca persoalan lebih awal dan mengambil langkah penyelesaian sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi lebih besar.
Secara khusus, Mahyeldi meminta pejabat yang baru dilantik segera menunjukkan kinerja terbaik sesuai tugas masing-masing. Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum diharapkan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, Kepala BPSDM meningkatkan pembinaan dan kompetensi ASN, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus mengawal persiapan PORPROV dan pembangunan GOR, sedangkan Kepala DPMD memperkuat pembangunan berbasis nagari, termasuk melalui pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).
Editor : Marjeni Rokcalva






