Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat Bukittinggi pascabencana akhir 2025. Meskipun tidak mengalami dampak bencana secara langsung seperti daerah lain, dampak bencana tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi Bukittinggi yang bergantung pada sektor jasa, perdagangan dan pariwisata.
"Banyak hal yang dapat dilakukan melalui TIK untuk menghasilkan pendapatan, seperti aplikasi, website dan content creator. Dengan pemahaman TIK, tentu juga dapat membantu promosi dan proses jual beli setiap produk UMKM secara online. Untuk tindak lanjut yang nyata, kami berharap peserta dapat membentuk komunitas yang saling membantu dan berbagi," ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Deddy Rahman, S.T., Digital Branding Strategist dan praktisi personal1 branding serta produktivitas, yang berpengalaman mendampingi startup dan pelaku bisnis digital dan Dr. Kuntjoro Pinardi, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor ISTN, yang merupakan ahli mikroelektronik dan Original Device Manufacturing (ODM) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri elektronika global.( yus)
Editor : Medio Agusta






