“Anak-anak muda harus mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan gagasannya. Dari kegiatan sederhana seperti pawai, kita bisa menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah,” ujarnya.
Pawai alegoris tersebut turut melibatkan niniak mamak dan bundo kanduang Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kelompok Wanita Tani, rombongan Koperasi Merah Putih Lamposi serta pemuda dan pemudi se-Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.
Wirman menyebut kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi gambaran bahwa kekuatan sosial masyarakat masih terpelihara.
“DPRD akan terus mendorong agar partisipasi masyarakat semakin kuat. Semangat persatuan dan gotong royong yang kita lihat hari ini harus menjadi energi bersama untuk membangun Payakumbuh yang lebih maju,” pungkasnya. (Do)
Editor : Medio Agusta






