Ia mengatakan, Pemprov Sumbar tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan memperingati Hari Bela Negara yang akan dimulai pada 19 Desember hingga 15 Januari. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.
“Dengan tahu dan paham tentang sejarah, mudah-mudahan generasi muda bisa lebih menghargai, apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan para pejuang kita,” katanya.
Gubernur menegaskan, Sumbar memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa, baik karena melahirkan banyak tokoh nasional maupun karena perannya dalam mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditawan, Jakarta dikuasai, masyarakat Sumatera Barat menjawab bahwa Indonesia masih ada. Yaitu dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia,” jelasnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






