Mahyeldi juga menekankan pentingnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Indonesia dibangun di atas keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, pemikiran yang menjauhkan umat, bangsa, dan negara dari nilai-nilai ketuhanan bertentangan dengan semangat Pancasila,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dipahami agar semakin memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh upaya-upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Editor : Marjeni Rokcalva






