SOLOK - Musibah kebakaran yang melanda dua orang guru di Kabupaten Solok, membuat PGRI Kabupaten Solok membangun solidaritas dan menghimpun dana bantuan.
Untuk diketahui, dalam dua hari, dua rumah guru di Kabupaten Solok ludes dimamah si jago merah. Rumah Asmariyadi, Guru SDN 02 Siberambang, Kecamatan X Koto Diatas terbakar pada Sabtu, 22 Februari 2020.
Sehari setelahnya, Minggu (23/2) Rumah Asra Hadi, Guru SMKN 1 X Koto Singkarak, yang terbakar. Kebakaran ini lebih memilukan karena Asra Hadi ikut tewas dan menjadi korban kebakaran tersebut.
"Kita sudah menyerahkan santunan awal kepada keluarga korban," jelas Ketua PGRI Kabupaten Solok, Dr. Asrinur, M.Pd., Sabtu (29/2).
Bagi PGRI Kabupaten Solok, jelas Asrinur didampingi Sekretaris Nofri Anten dan Bendahara Yunita Karyaweti, bencana ini merupakan tiga bencana beruntun. Karena hanya berjarak sepekan sejak PGRI menyerahkan bantuan untuk Atri, Guru SDN 12 Koto Sani, yang menjadi korban longsor.
Rumah itu baru saja dihuninya sejak Februari 2020 lalu, setelah dibangun sejak 2010. Sembilan tahun membangun rumah, Atri harus menghadapi cobaan maha berat, hanya dalam hitungan menit, rumahnya habis disapu longsor.
"Kini ia masih menetap sementara di Musala," ujar Yunita Karyaweti, Bendahara PGRI Kabupaten Solok.
Belum kering air mata Atri, kini dua guru dan keluarganya kembali mendapat cobaan. Asmariyadi, guru homorer ini mendapat cobaan yang sama. Rumahnya terbakar habis, tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan. Apalagi saat kebakaran ia sedang tidak berada di sekitar rumah itu.
"Ini memang cobaan beruntun bagi guru Kabupaten Solok," jelas Asrniur, Kabid Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Editor :






