MENTAWAI - Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali memiliki Perwakilan Rakyat yang baru untuk duduk di kursi Dewan. Sebanyak 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mentawai itu dilantik Ketua Pengadilan Negeri Padang Senin (2/9/2019) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Mentawai.
Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dalam pidatonya berharap, dengan dilantik dan diambilnya sumpah janji anggota dewan pilihan rakyat Mentawai, kiranya mampu mewujudkan janji untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kinerja, baik dalam pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, maupun pengawasan.
Dengan demikian, penyelenggaraan pemerintahan di daerah akan lebih maju dan bersama-sama dapat memenuhi harapan masyarakat, baik berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan, peningkatan pelayanan publik, pengembangan kehidupan demokrasi, maupun peningkatan daya saing daerah.
"Semoga bapak-bapak dewan terpilih bekerja keras dan mewujudkan janjinya untuk kesejahteraan rakyat Kepulauan Mentawai" katanya.
Sebanyak 20 anggota dewan yang terpilih dipercaya melaksanakan tugas untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat 5 tahun mendatang. 20 wakil rakyat tersebut, 11 diantaranya merupakan wajah lama (incumbent) dan 9 orang merupakan pendatang baru.
Sedangkan Daerah Pemilihan Mentawai 2 (Pulau Pagai Utara Selatan) yang terdiri 6 Kursi yaitu Nelsen Sakerebau (PDIP), Isar Taileleu (Nasdem), TF Yohanes Pardede (Golkar), Parsaoran Simanjuntak (Gerindra), Alisandre Zalukhu (Perindo) dan Roberthyl Saogo (Garuda).
Untuk Daerah Pemilihan Mentawai 3 (Pulau Siberut) sebanyak 9 Kursi yakni Josep Sarogdok (PDI-P), Julius Tairarak (PDI-P), Bruno Guimek (Nasdem), Jakop Saguruk (Golkar), Salimi (PAN), Fernando Sabajou (Demokrat), Stefanus Victorianus (Perindo), Maru Saerejen (Gerindra) dan Hanura Rasyidin Syaiful.
Selain itu, dirinya juga mengapreasi dan mengucapkan terimakasih kepada anggota Dewan masa bhakti 2014 -2019 yang telah mengakhiri masa pengabdiannya.
Orang nomor satu di Bumi Sikerei itu juga mengatakan, ini merupakan momentum bersejarah sebagai akhir dari kompetisi demokrasi.
Editor :






