Menurutnya, dua kasus penemuan bayi yang terjadi dalam waktu berdekatan, terlebih di bulan suci Ramadhan, harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat.
“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan. Dua kasus penemuan bayi yang terjadi dalam waktu berdekatan di Kabupaten Solok, apalagi di bulan suci Ramadhan, harus menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih memperhatikan pembinaan moral, keluarga, serta generasi muda,” ujarnya.
Zaki menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh hanya dianggap sebagai peristiwa biasa, melainkan alarm sosial bagi masyarakat untuk memperkuat kembali peran keluarga, adat, dan agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai daerah yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tentu kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai adat dan agama agar tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Editor : Marjeni Rokcalva






