IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Transformasi Pendidikan di Payakumbuh, SDN 31 Padukan Nilai Karakter dan Digitalisasi

Transformasi Pendidikan di Payakumbuh, SDN 31 Padukan Nilai Karakter dan Digitalisasi
Transformasi Pendidikan di Payakumbuh, SDN 31 Padukan Nilai Karakter dan Digitalisasi
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH— Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Perubahan tersebut turut membawa pergeseran besar dalam peran guru sebagai garda terdepan pembelajaran dari era kapur tulis hingga kini memasuki masa layar digital dan teknologi interaktif.

Komitmen transformasi itu sejalan dengan dukungan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, terhadap pendampingan program digitalisasi sekolah di daerah tersebut. Salah satu sekolah yang mulai mengimplementasikan perubahan tersebut adalah SD Negeri 31 Payakumbuh.

Di sekolah ini, transformasi tidak hanya menyentuh media pembelajaran, tetapi juga cara berpikir, pola komunikasi, hingga pendekatan dalam membentuk karakter peserta didik.

Guru SDN 31 Payakumbuh, Sri Susanti Mirza, menjelaskan bahwa pada masa lalu, guru dikenal sebagai figur berwibawa yang dihormati sepenuh hati. Papan tulis dan kapur menjadi perangkat utama dalam menyampaikan ilmu.

Metode pembelajaran didominasi ceramah, hafalan, dan latihan tertulis. Murid duduk tertib dan menempatkan guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.

Dari didikan mereka tumbuh generasi yang sederhana, tangguh, serta menjunjung tinggi rasa hormat kepada guru. Kini hadir generasi pendidik baru yang kerap disebut Guru Gen Z. Ruang kelas tidak lagi sebatas papan tulis, melainkan dilengkapi proyektor, laptop, dan gawai. Pembelajaran berlangsung melalui video, kuis daring, presentasi interaktif, hingga diskusi kolaboratif,” ujarnya, Senin, (02/3/2026).

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menurutnya, guru masa kini tidak lagi menjadi pusat informasi tunggal, melainkan berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid menggali pengetahuan dari berbagai sumber. Guru dituntut kreatif, adaptif, dan komunikatif dalam menjembatani kemajuan teknologi dengan nilai-nilai pendidikan.

Peserta didik diajak untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, serta menghargai perbedaan dalam diskusi. Relasi antara guru dan murid pun semakin humanis dan terbuka.

Sri Susanti menegaskan bahwa perbedaan antara guru zaman dahulu dan guru masa kini bukanlah untuk dipertentangkan. Keduanya memiliki kekuatan masing-masing. Guru terdahulu unggul dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan, sementara guru era digital lebih kuat dalam inovasi dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Ketika dua kekuatan ini dipadukan, pendidikan akan menjadi lebih seimbang—teknologi berjalan seiring nilai moral, kreativitas berpadu dengan keteladanan, dan kecanggihan tetap berpijak pada kemanusiaan,” katanya.

Editor : Medio Agusta
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777