Dalam kesempatan tersebut, Neni Amelia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Perantau Minang Kalimantan Barat atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Junjung Sirih.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Perantau Minang Kalimantan Barat yang telah hadir dan membantu masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak galodo,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan perantau tidak hanya membantu dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga memberi semangat dan kekuatan moral bagi masyarakat untuk bangkit kembali.
“Kami sangat mengapresiasi solidaritas para perantau. Kehadiran dan kepedulian ini menjadi penyemangat bagi masyarakat kami dalam menjalani masa pemulihan pascabencana,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyaluran bantuan ke Nagari Duo Koto, Kecamatan Malalo, Kabupaten Tanah Datar. Bantuan untuk 21 KK diterima oleh perwakilan korban, Ramli, berupa magic com dan selimut.
Ia menegaskan, kehadiran perantau bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit.
“Kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Dari rantau, kami ikut merasakan duka ini,” tambahnya.
Ia berharap kepedulian perantau Minangkabau dari berbagai daerah dapat terus berlanjut guna membantu masyarakat Sumatera Barat yang masih berjuang memulihkan kehidupan. De
Editor : Berita Minang






