Ia menjelaskan bahwa sejumlah tradisi keagamaan kini semakin mengakar, seperti wirid, subuh berjamaah, pesantren Ramadhan, serta perkembangan rumah tahfiz dan sekolah Islam terpadu.
“Semua ini tumbuh karena dukungan kuat dari pemerintah, masyarakat, perantau, dan lembaga keagamaan. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi gerakan yang membentuk karakter Payakumbuh sebagai kota religius,” katanya.
Pemko Payakumbuh, bersama berbagai unsur masyarakat, juga mendorong pembangunan dan revitalisasi masjid serta mushalla, penguatan lebih dari 120 rumah tahfiz, penyelenggaraan MTQ tahunan, serta pelatihan bagi qori, qoriah, da’i muda, dan berbagai kelompok syiar Islam.
Ketua LPTQ Kota Payakumbuh sekaligus Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan peserta yang menjalani pemusatan latihan (TC) intensif sejak Agustus 2025.
Editor : Medio Agusta






