“Adat itu tidak boleh hanya jadi simbol atau seremoni. Ia harus hidup dalam perilaku, dalam tutur, dan dalam keseharian masyarakat kita,” tambah Elzadaswarman.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dengan semangat kebersamaan itu, Payakumbuh kembali meneguhkan diri sebagai kota beradat dan berbudaya, tempat di mana nilai Minangkabau terus tumbuh dan diwariskan lintas generasi.(Do)
Editor : Medio Agusta







