“Adat itu tidak boleh hanya jadi simbol atau seremoni. Ia harus hidup dalam perilaku, dalam tutur, dan dalam keseharian masyarakat kita,” tambah Elzadaswarman.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Dengan semangat kebersamaan itu, Payakumbuh kembali meneguhkan diri sebagai kota beradat dan berbudaya, tempat di mana nilai Minangkabau terus tumbuh dan diwariskan lintas generasi.(Do)
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





