Sementara kerjasama dengan Universitas Muhammad Natsir menyangkut untuk pendayagunaan perguruan tinggi, sebagai pusat penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Muhammad Natsir, Afridian Wirahadi Ahmad, menjelaskan, nota kesepahaman ini berisikan tentang sejumlah program baru yang bisa dikembangkan bersama antara Pemko Bukittinggi dengan Universitas Muhammad Natsir,jelasnya.
“Dengan adanya MoU ini kita berharap, Pemko Bukittinggi dapat menambahkan beberapa program, seperti program kelas nagari yang diperuntukkan untuk perangkat nagari dan nantinya dilakukan secara zoom,” ungkapnya.
Dengan adanya MoU ini,diharapkan narapidana di Sumatra Barat dapat berkurang, melalui pemberian sanksi sosial atau pembinaan di luar lapas.
Editor : Medio Agusta






