PADANG - Dalam rangka menyikapi perkembagan isu bangsa beberapa hari ini dan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi pada demonstrasi Kamis (28/8) malam, termasuk peristiwa meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan di Jakarta, Kapolda Sumbar bersama ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama Sumbat dan kominitas Ojek Online (Ojol) Padang, melakukan sholat gaib bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Padang, Minggu pagi (31/8/2025).
Shalat gaib dilakukan setelah pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah dalam rangkaian kegiatan Subuh Mubarak.
Tampak hadir dalam kegiatan, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol, Dr. Gatot Tri Suryanta dan jajaran, Wakil Ketua PWNU Sumbar, Krismadinata, Ph.D, Sekretaris PWNU H.Tan Gusli, S.Fil.I, MAP, MA, Bendahara PWNU Prof. Dr. Remon Lapisa, Wakil Rais Syuria PWNU Sumbar, Prof, Ahmad Wira, Ph.D, Wakil Khatib Dr. rer.nat Deski Beri dan sejumlah pengurus dari PCNU Kota Padang. Acara dilanjutkan dengan Tausyiah oleh Ustadz Drs. Zaitul Ikhlas Saat, M.Si.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol, Dr. Gatot Tri Suryanta, dalam sambutannya mengajak semua pihak mendoakan Affan Kurniawan, semoga arwahnya mendapat tempa yang layak di sisi Allah Swt dan amal ibadahnya diterima hendaknya.
"Saya juga ingin menyampaikan, hingga saat ini situasa kemanan di Sumbar masih aman dan terkendali," tegasnya.
"Ini sebagai dukungan NU terhadap penangagan situasi terkini, dan semoga dengan kegiatan ini, situasi di Sumbar tetap terjaga aman, damai dan nyaman," kata Rektor UNP ini.
Ia juga menyampaikan kepada mahasiswa dan warga masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi, dilakukan dengan damai dan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang ada.
"Jauhkan aksi dari tindakan anarkhis dan berbau kriminal. Mari kita jaga keamanan dan ketentraman di Sumatera Barat," tambahnya.
Sedangkan Ustadz Drs. Zaitul Ikhlas Saat, M.Si.mengajak semua yang hadir dan sekaligus warga Sumbar untuk kembali memaknai, bahwa Islam dan Indonesia, adalah bagaikan tubuh dengan ruh. Dan Indonesia ini adalah tanah tumpah darah kita.
Editor : Marjeni Rokcalva






