IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

PKM Kimia UNP Latih Majelis Taklim Olo Bangau Olah Minyak Jelantah jadi Produk Bernilai Ekonomis

Tim PKM Jurusan Kimia FMIPA UNP dengan ibu-ibu majelis taklim Korong Olo Bangau Nagari Ketapiang, Kecamatan Batang Anai Kab. Padang Pariaman. Foto: Tim PKM Kimia
Tim PKM Jurusan Kimia FMIPA UNP dengan ibu-ibu majelis taklim Korong Olo Bangau Nagari Ketapiang, Kecamatan Batang Anai Kab. Padang Pariaman. Foto: Tim PKM Kimia
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PARIAMAN -Tim PKM Jurusan Kimia FMIPA UNP yang diketuai Dr. Desy Kurniawati, M. Si, serta didukung oleh tim yang kompeten pada bidangnya Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si dan Dr.Ir. Fadhilah,S.Pd.,M.Si, memberikan edukasi pada masyarakat khususnya ibu-ibu majelis taklim Korong Olo Bangau Nagari Ketapiang, Kecamatan Batang Anai Kab. Padang Pariaman mengenai bagaimana memanfaatkan limbah rumah tangga minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Dalam kegiatan ini juga diberikan pelatihan bagaimana teknik penjernihannya dengan memanfaatkan ampas tebu serta bagaimana pengolahannya sehingga dapat dibuat menjadi lilin dan sabun.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si, yang juga Wadir I Sekolah Pasca Sarjana UNP ini, menyampaikan bahwa minyak jelantah merupakan minyak goreng bekas yang telah digunakan berulang kali. Jika tidak dikelola dengan baik, minyak ini dapat menimbulkan berbagai masalah.

“Diantara masalah yang ditimbulkan yaitu minyak jelantah yang digunakan berulang kali mengandung radikal bebas dan zat karsinogenik berisiko menyebabkan penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan,” katanya.

Para ibu majelis taklim lagi praktek dengan arahan Tim PKM Kimia UNP.
Para ibu majelis taklim lagi praktek dengan arahan Tim PKM Kimia UNP.

Ia juga menyampaikan, pada umumnya ibu-ibu pedagang gorengan masih menggunakan minyak bekas berkali-kali demi menghemat biaya, tanpa menyadari risiko kesehatan bagi konsumen.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Bahkan setelah tidak digunakan minyak jelantah dibuang ke saluran air atau tanah sehingga dapat mencemari sumber air dan merusak ekosistem lingkungan. Minyak yang dibuang ke sungai atau saluran drainase dapat menyebabkan penyumbatan dan pencemaran air, yang berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Peserta kegiatan pengabdian ini berjumlah 15 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kegiatan berlangsung di Mesjid Istiqomah Korong Olo Bangau, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan dilakukan dilakukan pada hari Minggu, 24 Agustus 2025. Materi edukasi disampaikan oleh Dr. Sherly Kasuma W.N., S.Si., M.Si sebagai narasumber pertama dan Melindra Mulia, M.Si sebagai narasumber kedua. Serta dilanjutkan dengan praktek pembuatan menu makanan bergizi yang didampingi tim dan instruktur lapangan Silvi Veronita, M. Si

Teknis kegiatan berikutnya yaitu praktek mandiri yang dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan waktu dan tempat pelaksanaan disepakati oleh peserta, Kegiatan mandiri berupa praktek penjernihan minyak jelantah serta praktek pengolahannya menjadi lilin dan sabun. Semua biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan mandiri ini didanai dengan dana dari Lembaga penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M UNP).

Adapun Tim PKM yang melaksanakan kegiatan ini terdiri dari dosen, staf PLP dan dibantu mahasiswa. Tim terdiri dari, Dr. Desy Kurniawati,S.Pd, M.Si (Ketua Tim), Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si., Dr.Ir. Fadhilah,S.Pd.,M.Si, Dr. Sherly Kasuma W.N., S.Si., M.Si, Melindra Mulia, M.Si, Silvi Veronita, M. Si, Rahmida Marlini, dan Rani Fatmawati. (BM)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH