Salah satu upaya yang dilakukan menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit adalah mematangkan rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai dengan mempersilahkan para perantau untuk membangun daerahnya masing-masing.
Selanjutnya Nasrul Abit juga mengucapkan terima kasih bahwa kemajuan pelaksanaan pembangunan saat di provinsi Sumbar juga tidak lepas dari dukungan para perantau, stakeholder, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda dan komponen daerah lainnya.
"Sudah empaat tahun kami IP-NA menjalankan pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, selama empat tahun ini, kami terus solid bersama OPD dan akan tetap mesra sampai akhir jabatan nantinya. Saya sadar diri sebagai wakil, kami punya tufoksi masing-masing, kalau wakil tentu mewakili kepala daerah," jelasnya.
Kemudian Nasul Abit juga mengatakan bahwa masalah yang paling besar saat ini adalah masalah sosial masyarakat. Seperti terjadinya penyerangan warga Sumbar yang tinggal di Wamena Papua.
Langkah respon Pemprov Sumbar Wagub Sumbar Nasrul Abit, mengungkapkan nasib ratusan perantau asal Sumbar di Papua pascatragedi Wamena, telah kita bantu bersama-sama dan fasilitasi ada juga yang kembali atau membuka usaha dikampung halamannya kembali.
" Mari kita hadapi tahun politik dengan persaudaraan, persahabatnan, dan memperlihatkan sikap kecintaan daerah. Beda pilihan boleh, tapi jangan ada ujar kebencian. Saya bersama IP-NA akan selesaikan tugas kepemimpinan dengan baik hingga awal tahun 2021. Kalau bekerjanya tidak benar, jangan dipilih, akan tetapi jika pekerjaannya baik pilihlah !. seru ajaknya.
Kehadiran Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Datuak Malintang Panai yang juga merupakan asli dari Pesisir Selatan tersebut memang sangat ditunggu-tunggu warga Jambi asal Pesisir Selatan yang juga diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai pembangunan di daerah Sumbar terkhusus Kabupaten Pesisir Selatan. ZS/MR
Editor :






