Wawako juga menegaskan, tantangan generasi muda semakin kompleks di era globalisasi dan disrupsi teknologi. Fenomena seperti judi online, bullying, penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, pornografi, hingga budaya asing yang mengikis semangat gotong royong menjadi ancaman nyata.
Untuk itu, Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk karakter yang tangguh, berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
“Sebagai organisasi pendidikan nonformal, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter, penguatan keterampilan hidup, serta kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik,” jelas Wawako.
Wawako menegaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Gerakan Pramuka perlu mengambil bagian dalam program swasembada pangan, di antaranya melalui kerja sama dengan HKTI dan FAO, serta pelatihan kewirausahaan bagi Pramuka muda.
Editor : Medio Agusta






