IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kapal Pukat Harimau Merajalela, Wagub Sumbar: Kami Janji Bertindak Tegas

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy ketika kunjungan kerja ke kawasan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Foto:Adpim Sumbar
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy ketika kunjungan kerja ke kawasan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Foto:Adpim Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PASAMAN BARAT - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menunjukkan sikap tegas terhadap maraknya praktik penangkapan ikan ilegal yang merugikan nelayan tradisional.

Kunjungan kerja ke kawasan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menjadi momentum penting bagi Wagub untuk melihat langsung kondisi yang dihadapi para nelayan lokal.

"Kami tidak akan diam. Kita harus lindungi wilayah nelayan tradisional dari nelayan nakal perusak alam," tegas Wagub Vasko saat berdialog dengan masyarakat pesisir Nagari Aia Bangih, Pasaman Barat.

Kunjungan ini merupakan bentuk respons langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar terhadap keresahan yang dirasakan masyarakat nelayan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik penangkapan ikan menggunakan pukat harimau oleh kapal-kapal dari luar Sumbar semakin merajalela dan berdampak buruk terhadap ekosistem laut di perairan Air Bangis.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Vasko secara proaktif menggali informasi dari para nelayan lokal mengenai intensitas kemunculan kapal-kapal dengan alat tangkap ilegal.

Nelayan mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari, meskipun belakangan mengalami sedikit penurunan setelah adanya penindakan oleh aparat penegak hukum.

"Saya mendapatkan laporan dan pengaduan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas penggunaan alat tangkap ilegal. Masih banyak sekali nelayan yang berasal dari luar Sumbar melakukan tindak penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab, yaitu menangkap ikan menggunakan pukat harimau. Hal ini tidak bisa dibiarkan," ujar Vasko.

Dampak dari praktik penangkapan ikan ilegal ini sangat kompleks. Selain merusak biota laut, juga secara langsung memiskinkan nelayan lokal yang mengandalkan cara-cara tradisional dan ramah lingkungan.

Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir di masa depan.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH