9. Prof. Dr. Taifiqurrahman, M.Ag, M.Hum
10. Prof. Welhendri Azwar, S.Ag, M.Si,Ph.D
11. Prof.Dr. Drs.Yasrul Huda, MA
Ketua Panitia Penjaringan, Dr. Zulfis, M.Ag, menyebutkan bahwa proses awal telah dimulai dengan pengumuman dan sosialisasi penjaringan kepada seluruh sivitas akademika, termasuk pengiriman surat ke PTKIN se-Indonesia guna memperluas jangkauan informasi.
“Panitia menerima 11 pendaftar hingga hari terakhir, 2 Mei 2025. Seluruhnya telah mengajukan berkas dan telah melalui proses verifikasi menyeluruh. Kami pastikan semua dokumen telah diverifikasi dengan teliti dan sesuai dengan syarat yang berlaku, seperti SK jabatan, ijazah doktor, surat sehat, dan status guru besar,” jelas Zulfis.
Penjaringan ini, lanjutnya, dijalankan secara transparan dan akuntabel. Pengumuman dilakukan terbuka melalui media sosial dan situs resmi kampus untuk memastikan publikasi yang merata.
“Setelah dinilai oleh Senat, hasilnya akan dikirimkan ke Kementerian Agama melalui Rektor. Di tingkat kementerian, seleksi akan dilanjutkan untuk menetapkan tiga nama terbaik yang akan diajukan kepada Menteri Agama,” terang Zulfis.
Ia juga menegaskan bahwa panitia menjalin koordinasi erat dengan Senat Universitas dan Kementerian Agama agar proses berjalan sinergis dan sesuai aturan.
Di akhir keterangannya, Dr. Zulfis menyampaikan harapan agar penjaringan ini mampu menghasilkan pemimpin yang mumpuni. “Mudah-mudahan proses ini berjalan lancar dan melahirkan calon rektor yang dapat membawa UIN Imam Bonjol Padang lebih maju ke depan,” tutupnya. (BM/Humas UIN-IB)
Editor : Marjeni Rokcalva






