Ia juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan program agar tidak terjebak pada rutinitas tahunan.
“Kita harus berani melakukan evaluasi, mendorong inovasi, dan memastikan setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.
Musrenbang ini dihadiri berbagai unsur, termasuk Forkopimda, Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, Sekda, para kepala OPD, camat dan lurah, TP PKK, LKAM, Bundo Kanduang, KAN, niniak mamak, organisasi perempuan, pimpinan perguruan tinggi, LSM, serta tokoh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jamhur, menyatakan bahwa DPRD mendukung penuh setiap program pembangunan yang dicanangkan Pemko Payakumbuh.
“Kami berkomitmen untuk bersinergi demi mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. RPJMD ini akan ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan kami berharap pengajuannya dilakukan sesuai jadwal yang direncanakan,” katanya.
Di sisi lain, Iwan Kurniawan dari Kemendagri dalam sambutan daringnya menekankan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan pembangunan nasional.
Ia menyoroti bahwa seluruh program dalam APBD harus memiliki dasar perencanaan yang jelas.
“Tidak boleh ada lagi program yang masuk dalam dokumen APBD tapi tidak ada di RKPD, atau sebaliknya,” tegas Iwan.
Menurutnya, indikator pembangunan Kota Payakumbuh dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif dan stabil.
Editor : Medio Agusta






