"Pemerintahan Nagari bersama komite sekolah sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Solok melalui Kepala BPBD," jelas Kepala SMPN 4 Tigo Lurah Asrar, Senin (17/2) di Solok.
Longsor tersebut, jelas Asrar, terjadi Jumat (13/2) malam. Sabtu pagi, semua ruangan sudah dipenuhi oleh lumpur. Begitu juga dengan halaman dan teras kelas. Akibatnya prose belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan. Hingga Senin (17/2) masyarakat bersama para siswa berusaha membersihkan materian longsor.
"Saat ini hanya satu ruang yang bisa dipakai," jelas Asrar.
Pada Rabu dan Kamis (19-20/2) ini, jelas Asrar, akan dilakukan Pra UN (Ujian Nasional). Untuk ujian ini dibutuhkan ruang dua kelas. Namun ruang yang bisa dipakai hanya satu kelas, itupun masih berlumpur. Sementara dua ruang lainnya selain dipenuhi lumpur, kacanya sudah pecah berantakan.
"Masyarakat berharap bantuan segera datang," jelas Asrar.
Ia bersama komite belum dapat keputusan di mana Pra UN akan digelar karena ruang yang bisa dipakai memang tidak ada. Di samping itu, tidak ada ruang lain di Jorong Kapujan, Nagari Rangkiang Luluih yang bisa dimanfaatkan sementara.
SMPN 4 Tigo Lurah ini, jelas Asrar, memiliki potensi siswa lebih dari 100 orang. Jika pada penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2020/2021 ini, diperkirakan lebih dari 100 siswa yang akan masuk ke sekolah ini.
"Kita butuh tambahan ruang belajar," jelas Asrar.
Dengan rusaknya ruang belajar yang ada, kebutuhan lokal kian bertambah. Ia berharap ada bantuan yang bisa didapatkan sehingga kegiatan belajar mengajar dan Pra UN maupun ujian sekolah bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal.
Editor :






