PADANG -- Publikasi buku pada masa revolusi industri 4.0 dapat dilakukan melalui bentuk ebook dan dalam bentuk cetak. Pada masa era revolusi industri ini, buku dalam bentuk ebook dapat dijual melalui dalam jaringan dan dapat dibeli oleh pembaca di seluruh dunia. Dosen di perguruan tinggi sebaiknya terus-menerus menjadi subjek yang berani membuat, mempublikasi, mempertanggungjawabkan, dan memanen hasilnya. Buku kita harus berisi hal-hal baru seperti karya seni yang menginspirasi banyak orang atau pembaca.
Demikian ditegaskan oleh narasumber Prof. M. Dwi Marianto, M. F. A., Ph. D. dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta pada lokakarta penulisan buku teks dari hasil penelitian pada era revolusi industri 4.0 ini yang dilaksanakan hari ini (15/8) di Kampus FBS UNP Air Tawar Padang.
Dekan FBS Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum menegaskan bahwa penulisan buku teks terutama yang diolah dari hasil penelitian sangat perlu dilakukan secara berkesinambungan agar hasil penelitian itu dapat dipublikasikan secara lengkap kepada para mahasiswa, dosen, dan pengguna lainnya.
Lebih lanjut Ketua Jurusan Seni Rupa FBS UNP Drs. Syafwan, M. Si. menjelaskan bahwa lokakarya penulisan buku teks ini diikuti oleh semua staf pengajar yang berlangsung selama satu hari penuh.
Drs. Syafwan, M. Si. menambahkan bahwa publikasi hasil penelitan dosen-dosen Jurusan Seni Rupa dalam bentuk buku teks tetap diupayakan secara berkesinambungan agar hasil penelitian dosen setiap tahun dapat disampaikan kepada masyarakat kampus dan masyarakat luar kampus di era revolusi industri 4.0 saat ini. (ET)
Editor :






