IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Peringatan Hari Otda ke XXVII di Pemko Payakumbuh Berjalan Khidmat

Upacara Peringatan hari Otonomi Daerah (Otoda) ke XXVIII tahun 2024 di Halaman Balaikota Payakumbuh,kamis (25/04)
Upacara Peringatan hari Otonomi Daerah (Otoda) ke XXVIII tahun 2024 di Halaman Balaikota Payakumbuh,kamis (25/04)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Selaku inspektur upacara, Penjabat Wali Kota Payakumbuh dalam kesempatan tersebut sampaikan arahan dari Menteri Dalam Negeri di peringatan hari Otda ke-XXVIII tahun 2024.

Penjabat Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Elzadaswarman dalam membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengatakan jika tema dari Hari Otonomi Daerah ke XXVIII ini dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Elzadaswarman turut menyampaikan jika dalam Peringatan Hari Otda ini perlu refleksi sejenak untuk kembali memahami esensi filosofis dari ditetapkannya Otda.

"Tujuan dilaksanakannya Otda sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan," kata om Zed sapaan akrab Asisten Wali Kota Payakumbuh itu.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menurut om Zed setelah 28 tahun berlalu, Otda telah memberikan dampak positif yang dibuktikan dengan percepatan pembangunan ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatnya kemampuan fiscal daerah. Dan bagi daerah-daerah otonom baru yang telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya.

Peningkatan tersebut diharapkan agar dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahterakan rakyat, sehingga dapat meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur yang baik dan lain-lain.

"Kepada daerah yang kemampuan PAD dan fiskalnya baik tetapi IPM-nya masih rendah, angka kemiskinan masih cukup tinggi dan akses infrastruktur belum baik, perlu kiranya melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar tepat sasaran, efektif serta efisien," jelas om Zed.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH