IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Harga Bawang Putih Naik, Pemprov Sumbar: Mari Genjot Produksi Lokal

Wagub Nasrul Abit saat tinjau harga bawang putih di Pasar Raya Padang. Foto Humas Sumbar
Wagub Nasrul Abit saat tinjau harga bawang putih di Pasar Raya Padang. Foto Humas Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Jumat pagi 7 Februari 2020 mengunjungi kawasan pasar raya Padang untuk memantau kondisi harga-harga kebutuhan pokok menyusul, adanya informasi kenaikan harga Bawang Putih dari harga semula Rp 28 ribu menjadi Rp 50 ribu.

"Kita kan dapat informasi dari masyarakat bahwa terjadi kenaikan harga sembako, khusunya bawang putih. Dan kita cek, ternyata benar. Yang selama ini harga rata-rata Rp 28 ribu, hari ini harga sudah Rp 50 ribu eceran. Dan para distributor pun sekarang melepas ke pasar dengan harga Rp 48 ribu," kata Nasrul Abit, Jumat 7 Februari 2020.

Menurut Nasrul Abit, kenaikan harga yang cukup signifikan itu, dipicu oleh faktor kurangnya stok bawang putih saat ini. Karena Sumatera Barat hingga kini masih tergantung dengan pasokan dari luar (impor). Karena, produksi bawang putih lokal sangat sedikit.

"Bawang putih lokal, sekarang produksi kita menurun. Ini, barangkali kedepan perlu kita bicarakan lagi. Produksi lokal kita harus ditingkatkan. Harus kita bangun produksi daerah ini. Sehingga, kita tidak pengaruh dengan impor,"ujar Nasrul Abit.

Dijelaskan mantan Bupati Pesisir Selatan itu, bicara soal peningkatan produksi bawang putih lokal, tentu juga bicara soal ketersediaan lahan, terutama lahan yang cocok untuk ditanami bawang putih yang memiliki nama ilmiah Allium sativum.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Jadi, kedepan barangkai lahan kita yang cocok untuk bawang putih seperti, Alahan Panjang yang ketinggiannya kurang lebih 1400 mdpl, nanti itu akan kita upayakan untuk bisa ditanam bawang putih. Untuk saat ini, Sumbar tergantung dari impor. Begitu impornya tidak ada, kiriman dari Jakarta tidak ada atau, Medan atau Pekanbaru, maka kita kekurangan stok. Ini bisa memicu kenaikan harga. Kedepan perlu persiapan. Kalau daerah kita punya produksi, tentu tidak akan begitu pengaruh dengan kenaikan harga,"kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit menegaskan, meski pasokan bawang putih yang beredar di Sumatera Barat merupakan produk impor, namun dipastikan aman dari penyakit. Terutama virus corona yang saat ini memang menjadi perhatian Dunia. Bawang putih yang beredar di Sumbar kata Nasrul, berasal dari Negara-Negara yang aman. Seperti, India, Thailand, Vietnam dan Burma.

"Untuk pasokan bawang putih dari Negara lain, tentu dari Negara yang aman. Pemerintah pusat sudah tahu bahwa kalau pasokan dari China tidak bisa, ya kita yang dari Vietnam atau Thailand untuk menambah pasokan. Kewewenang impor ini, ada di Pemerintah pusat. Kita hanya terima pasokan. Sekarang kita tidak punya stok. Kedepan barangkali ada. Soal kebutuhan perbulan akan bawang putih, nanti kita cek dulu ke statistik,"tambah Nasrul Abit.

Terkait dengan solusi mengatasi persoalan kenaikan harga Bawang Putih ini, menurut Nasrul Abit, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan, sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini, ke bagian distribusi Kementrian Pertanian.

Hasilnya, jika memang ada kelangkaan atau kenaikan harga bawang putih, maka dipersilahkan Pemerintah Sumatera Barat membuat dan melayangkan surat. Yang mana, ujungnya nanti akan ada dropping pasokan tambaan.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH