IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Soal Angka Kemiskinan Ekstrim, Sekda Pessel: Intervensi Aktif OPD Bagi Orang Miskin Dibutuhkan

Sekda Pessel Mawardi Roska saat memimpin rapat membahas kemiskinan di Painan, Senin (22/01/2024). Foto: Kominfo Pessel
Sekda Pessel Mawardi Roska saat memimpin rapat membahas kemiskinan di Painan, Senin (22/01/2024). Foto: Kominfo Pessel
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAINAN - Sebanyak 2.170 orang masih tercatat sebagai penduduk miskin ekstrim di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sekda menyebutkan bahwa 2024 ini jumlah tersebut perlu dilakukan intervensi yang lebih total, sehingga dipenghujung tahun bisa selesai.

"Ada beberapa pendekatan, bahkan yang paling segera adalah membangun kepedulian ASN yang berjumlah hampir 5.500 orang" ujar Sekda Pessel Mawardi Roska di Painan, Senin (22/01/2024).

Mantan Kadis Pustaka dan Arsip Pessel itu, memberi simulasi jika 1 orang penduduk miskin dikelilingi 5 orang ASN.

"Artinya, pastikan rakyat kita itu kalau belum punya KK, KTP, BPJS, BLT, KIP dsb, maka kita yang aktif" urainya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menurutnya, penduduk miskin ekstrim betul-betul perlu dibantu dengan elegan.

Sementara itu terpisah Kepala Bapedalitbang Hadi Susilo, menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin ekstrim tersebut ditetapkan dengan keputusan bupati dengan berpedoman pada indikator-indikator yang sudah ditentukan.

"Diantaranya, kondisi kebutuhan dasar yang belum terpenuh, rumah yang layak, jamban, pendidikan dsbnya" jelas Hadi.

Menurut Hadi, secara prosentase angka penduduk miskin ekstrim Pessel 2023 pada angka 0,42% jauh dibawah rata-rata nasional 1,12 %.

Seperti diketahui penduduk dikatakan miskin ektrim apabila pengeluaranya dibawah Rp.10.739 perhari atau Rp322.170 per bulan. (Ynd)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH