Kapal pencari ikan ini pun dinyatakan hilang setelah Kamis (30/1) karena tidak lagi bisa berkomunikasi. Ditambah lagi bahwa lokasi terakhir melakukan kontak dengan kapal tersebut, masih dalam kondisi badai.
"Pencarian sudah dilakukan sejak Kamis (29/2), namun belum membuahkan hasil. Tim dalam melakukan pencarian juga sudah mendapatkan bantuan dari Basarnas Bengkulu, TNI AL, dan Lantama II Padang," ujarnya.
Sedangkan, untuk KMP Kasih Ibu, dilaporkan hilang pada Rabu siang sesaat kapal ini sampai di depan Muaro Aia Uba. Ada 14 orang ABK yang semuanya juga nelayan di atas kapal, seorang diantaranya hilang.
"Kapal ini juga dihantam badai saat akan merapat ke dermaga. Kapal mereka terombang-ambing, beruntung diselamatkan oleh kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Seorang hilang, lainnya selamat," jelas Asnedi lagi
Selain itu, tim gabungan juga menyiapkan KN 213 Bengkulu, KRI Kurau (Satrol Padang), KN Tenggiri (DPK), Rib 02 Bengkulu, Rib 02 Padang, perahu karet, perahu nelayan, rescue carrier, motor trail dan PAL Medis.
"Selain dengan menggunakan kapal TNI AL, dan Basarnas, pencarian juga dilakukan dengan menggunakan helikopter. Hari ini (Minggu) penyisiran akan kita lakukan hingga ke perairan Mentawai. pencarian ini akan kita lakukan selama tujuh hari atau sampai Kamis (13/2) depan," ungkapnya. RND
Editor :






