BUKITTINGGI - Ternyata Pwmko Bukittinggi merupakan satu satunya Kota yang terbaik dalam pengendalian Penyakit menular 2023 di Sumbar, sehingga di ganjar dengan penghargaan dari Pemprov. Sumbar.
Penghargaan itu diterima Wali Kota Bukittinggi, melalui Dinas Kesehatan, di Pangeran Beach Hotel Padanh, Kamis (02/01), dalam Workshop Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit Bidang P2P.
Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza, didampingi Kabid P2P, Yeni Astuti, menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi diakui Pemprov Sumbar, sebagai daerah yang dapat mengendalikan penyakit menular.
Bukitnya dapat nilai terbaik 1 dari dinas kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang diberikan kepada Bukittinggi dalam rangka pengendalian penyakit menular dan penatalaksanaan kasus sesuai standar.
"Alhamdulillah terbukti melalui mapping lokus penyakit di seluruh wilayah Sumatera Barat, kota Bukittinggi tidak ada kasus kejadian luar biasa (KLB) pada penyakit menular. Ini terus diupayakan bersama sesuai arahan Bapak Wali Kota Bukittinggi," ujar Linda.
"Banyak contoh penyakit menular, diantaranya, penyakit zoonosis (rabies, malaria, frambusia, filariasis, cacingan, leptospirosis, cikungunya), kusta, ISPA, pneumoni, diare, hepatitis, thypus anthrax, kusta dan berbagai penyakit menular lainnya, seperti HIV dan TB. Ada 35 indikator kinerja utama penyakit menular lainnya. Nah, Alhamdulillah kita di Bukittinggi tidak ada kasus kejadian luar biasa (KLB) pada penyakit menular tersebut" ungkap Martias Wanto.
Lebih lanjut Sekda, sesuai instruksi wali kota, apapun yang dapat menyebabkan penyakit menular ini, harus diantisipasi sejak dini. Sebut saja rabies, Dinkes bekerjasama dengan Dispertan ditugaskan untuk mengamankan anjing liar dan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan. Sehingga tidak ada kasus rabies di Bukittinggi.
Terkait HIV, setiap malam kita lakukan pemantauan sekaligus razia terhadap praktek prostitusi, yang ada di Kota Bukittinggi.
Sebelumnya kita lakukan razia di malam hari ke tempat tempat yang dicurigai. Lalu mereka mengalihkan modusnya, tidak lagi di hotel tapi di dalam mobil. Tidak hanya lokasi, mereka pun alihkan modus praktik busuk itu pada siang hari. Semua ditertibkan dan dilakukan. Pemeriksaan termasuk pemerikasaan darah untuk menentukan HIV/AIDS.
Editor :






