IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ternyata Bukittinggi Terbaik Dalam Pengendalikan Penyakit Menular di Sumbar

Foto : Dinkes Bkt
Foto : Dinkes Bkt
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Ternyata Pwmko Bukittinggi merupakan satu satunya Kota yang terbaik dalam pengendalian Penyakit menular 2023 di Sumbar, sehingga di ganjar dengan penghargaan dari Pemprov. Sumbar.

Penghargaan itu diterima Wali Kota Bukittinggi, melalui Dinas Kesehatan, di Pangeran Beach Hotel Padanh, Kamis (02/01), dalam Workshop Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respon Penyakit Bidang P2P.

Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza, didampingi Kabid P2P, Yeni Astuti, menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi diakui Pemprov Sumbar, sebagai daerah yang dapat mengendalikan penyakit menular.

Bukitnya dapat nilai terbaik 1 dari dinas kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang diberikan kepada Bukittinggi dalam rangka pengendalian penyakit menular dan penatalaksanaan kasus sesuai standar.

"Alhamdulillah terbukti melalui mapping lokus penyakit di seluruh wilayah Sumatera Barat, kota Bukittinggi tidak ada kasus kejadian luar biasa (KLB) pada penyakit menular. Ini terus diupayakan bersama sesuai arahan Bapak Wali Kota Bukittinggi," ujar Linda.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sementara Walikota Bukittinggi, melalui Sekda, Martias Wanto, mengungkapkan, salah satu misi pembangunan Pemko Bukittinggi, Hebat di bidang kesehatan. Ini direalisasikan dengan baik oleh dinas dinas terkait. Kolaborasi dijalin dengan maksimal, agar meminimalisir dan menahan laju penyakit menular.

"Banyak contoh penyakit menular, diantaranya, penyakit zoonosis (rabies, malaria, frambusia, filariasis, cacingan, leptospirosis, cikungunya), kusta, ISPA, pneumoni, diare, hepatitis, thypus anthrax, kusta dan berbagai penyakit menular lainnya, seperti HIV dan TB. Ada 35 indikator kinerja utama penyakit menular lainnya. Nah, Alhamdulillah kita di Bukittinggi tidak ada kasus kejadian luar biasa (KLB) pada penyakit menular tersebut" ungkap Martias Wanto.

Lebih lanjut Sekda, sesuai instruksi wali kota, apapun yang dapat menyebabkan penyakit menular ini, harus diantisipasi sejak dini. Sebut saja rabies, Dinkes bekerjasama dengan Dispertan ditugaskan untuk mengamankan anjing liar dan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan. Sehingga tidak ada kasus rabies di Bukittinggi.

Terkait HIV, setiap malam kita lakukan pemantauan sekaligus razia terhadap praktek prostitusi, yang ada di Kota Bukittinggi.

Sebelumnya kita lakukan razia di malam hari ke tempat tempat yang dicurigai. Lalu mereka mengalihkan modusnya, tidak lagi di hotel tapi di dalam mobil. Tidak hanya lokasi, mereka pun alihkan modus praktik busuk itu pada siang hari. Semua ditertibkan dan dilakukan. Pemeriksaan termasuk pemerikasaan darah untuk menentukan HIV/AIDS.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH