IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

MLH Muhammadiyah Sumatera Barat Tanam 600 Bibit Mangrove

Penanaman mangrove oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah Sumatera Barat.
Penanaman mangrove oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah Sumatera Barat.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah Sumatera Barat bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan berbagai komunitas lingkungan lainnya seperti Institute Hijau Indonesia, Komunitas World Clean Up Day, Universitas Tamansiswa Padang, Universitas Adzkia, Kampung Tematik Eco Enzyme Andalas, Bank Sampah Lidah Mertua dan Karang Taruna Sumbar yang berjumlah 88 orang melakukan kegiatan penanaman mangrove di Kelurahan Bungo Pasang, Kota Padang, pada Sabtu (21/10) kemarin.

Total 600 bibit mangrove ditanam sebagai langkah penting dalam memulihkan ekosistem pesisir.

Penanaman mangrove merupakan upaya kunci dalam melindungi lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Habitat pesisir yang penting ini melindungi garis pantai dari erosi, memberikan tempat berlindung bagi beragam flora dan fauna, serta berperan dalam menjaga kualitas air laut.

Selain itu, penanaman mangrove juga membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan berkontribusi dalam upaya global melawan perubahan iklim.

Kegiatan ini adalah bagian dari strategi komprehensif MLH Muhammadiyah Sumatera Barat dalam menjaga lingkungan, yang mencakup berbagai inisiatif, termasuk penanaman mangrove, pengelolaan dan pembersihan sampah, seminar nasional tentang pelestarian mangrove, dan program edukasi lingkungan untuk sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam sambutannya, Ketua MLH Muhammadiyah Sumatera Barat, Syaifuddin Islami, menjelaskan pentingnya kegiatan penanaman mangrove. Ia menjelaskan, penanaman mangrove bukan hanya sekadar tindakan satu kali, tetapi awal dari program yang lebih besar.

Syaifuddin Islami menyatakan visinya untuk menciptakan "Hutan Mangrove Percontohan" yang akan menjadi model bagi upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan yang lebih besar.

Hutan Mangrove Percontohan ini akan berperan sebagai pusat inovasi dan penelitian dalam kerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya pemantauan dan penelitian ilmiah yang berkelanjutan dalam mengelola hutan mangrove ini.

Dengan adanya inisiatif ini, kita dapat memahami lebih dalam bagaimana ekosistem mangrove bekerja dan bagaimana kita dapat menjaganya dengan lebih baik.

Semoga proyek ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sumatera Barat dan wilayah lainnya untuk mengadopsi model serupa dalam pelestarian lingkungan, sambung Syaifudin.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH