PADANG - Puluhan ton sampah menumpuk di kawasan objek wisata Muaro Lasak, Purus Kota Padang Sumbar akibat hujan lebat yang turun pada Selasa (28/01/2020) malam. Sampah yang menumpuk bercampur terdiri dari sampah plastik, bekas kaleng minuman kemasan hingga ranting kayu dan jenis sampah organik lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan, sampah tersebut sudah menumpuk sekian lama.
"Sampah ini berasal dari hulu sungai mengarah ke hilir sungai yang mana dia bertumpuk di palung sungai yang berada di sini. Ini bukan kemaren sore dan prosesnya sudah bertahun-tahun. Pada saat curah hujan tinggi dan pasang naik, maka sampah ini dimuntahkan lagi dari palung bibir pantai. Itu bisa kita lihat sampah sudah bercampur antara sampah plastik dengan sampah organik," kata Mairizon Rabu (29/01/2020).
Meskipun kawasan tersebut destinasi wisata, sebut Mairizon pihaknya berkewajiban untuk berpartisipasi membersihkannya dari sampah. Ditengah tumpukan sampah yang banyak, dipergunakan warga setempat untuk mengambil bekas minum kaleng kemasan tanpa memperdulikan dampak buruk terhadap kesehatan dan keselamatan mereka, karena kondisinya kotor berikut gelombang laut sedang tinggi.
Saat berada di lokasi, kondisinya sudah mengeluarkan aroma kurang sedap bagi pengunjung yang datang. Kenapa tidak, sampah yang menumpuk bercampur dengan bahan bekas plastik, kaleng dan sampah organik yang sudah lama.
MST Editor :






