JAKARTA - Sampai Minggu (26/01), setidaknya 56 orang dilaporkan meninggal dunia karena virus corona dan menginveksi lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia.
Kementerian Luar Negeri pun meminta warga negara Indonesia yang hendak bepergian ke China agar memantau aplikasi travel advisory dan meningkatkan kehati-hatian.
Sementara di dalam negeri, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan mengawasi betul pelancong asal China.
Pemerintah, kata dia, telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di semua bandara udara agar memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang. Seluruh maskapai penerbangan dari China wajib mengecek para penumpangnya apakah sudah dipastikan lolos dari karantina kesehatan negara tersebut.
"Kalau karantina katakan boleh pergi, kita terima, kalau tak ya tidak boleh kita terima di Indonesia," ujar Achmad Yurianto dilansir BBC, Minggu (26/1/2020).
"Untuk kemudian setelah mendarat, pesawat akan diparkir di tempat yang tidak biasa digunakan untuk umum. Dari situ berlaku kewaspadaan karantina."
"Semua penumpang dalam pesawat itu akan kita karantina sebagai kecurigaan penyebaran."
Sementara itu, bagi penumpang yang dinyatakan terbebas dari virus corona akan diberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang berisi identitas lengkap.
"Saat mendarat pun, orang karantina yang akan masuk terlebih dahulu."
Editor :






