SAWAHLUNTO - Setelah status bangunan rumah sakit beserta lahannya milik Daerah Kota Sawahlunto, pelaksanaan proyek pengembangan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan radiologi di RSUD Kota Sawahlunto baru dapat dilaksanakan. Pekerjaan pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Sawahlunto H.Deri Asta, bersama Wakil Walikota H.Zohirin Sayuti, dan sejumlah pejabat lainnya, Kamis (27/7/2023) kemarin.
Menurut Direktur RSUD dr.Ardian Amri yang di wawancarai beritaminang.com sebelum peletakan batu pertama menyebutkan bahwa, pembangunan gedung baru tersebut dibiayai dana DAK dengan pagu dana sebesar Rp 9,5 miliar lebih. Sesuai rencana, penyelesaian pekerjaan berlangsung selama 150 hari kalender dengan estimasi penyelesaian sekitar Desember 2023, yang dilaksanakan CV Pacino Mahkota Teknik.
Proyek pembangunan baru gedung ini akan diperuntukan untuk fasilitas IGD dan ruang radiologi sebagai pengganti gedung lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini. Diharapkan dengan adanya bangunan baru akan lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.
"Saya mengingatkan agar pembangunan baru IGD dan ruang radiologi ini akan dapat menunjang pelaksanaan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Sawahlunto. Untuk itu perlu disampaikan agar penyelesaiannya harus tepat waktu dan kualitas pekerjaannya juga baik." Ungkap Deri Asta.
Bangunan baru IGD dan radiologi ini sesuai agenda akan diselesaikan dalam waktu 150 hari kalender atau akhir tahun ini. Namun banyak yang menyangsikan dan kuatir pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yabg tertuang dalam kontrak jika pihak kontraktor pelaksana pembangunan bekerja santai. Ada yang menyarankan jika memungkinkan untuk menggunakan tenaga kerja maksimal dibagi dalam 2 shift siang dan malam.
Ikut meletakan batu pertama Kapolres Sawahlunto, Dandim 0310 diwakiliDanramil 01 0310 Mayor (CAJ) Tuti Handayani, Kacab Bank Nagari Rusdi, dan beberapa unsur lainnya. (Iyos)
Editor :






