Pencapaian kinerja PDAM ini tak terlepas dari binaan bupati, wakil bupati, Sekda serta kemitraan dengan Bagian Pembangunan Ekonomi.
"Dan tak kalah pentingnya adalah kebersamaan yang kita bangun di PDAM. Tanpa itu, mustahil keberhasilan bisa dicapai," sebut dia.
Rencana kerja pada tahun 2021 penerimaan sebesar Rp 40,81 milyar, dan pengeluaran Rp 40,72 milyar, sehingga surplus Rp 90 juta.
"Kita baru bisa membiayai diri sendiri. 5 tahun lalu, berada pada posisi sakit (belum mampu membiayai diri sendiri). Secara perlahan, kini sudah berada pada posisi belum sehat (baru bisa membiayai diri sendiri). Insya Allah pada 2025 sudah bisa menghasikan dengan klasifikasi sehat," tekat Aminuddin.
Peningkatan jumlah pelanggan hampir mendekati 200 persen. Pada tahun 2017. Penambahan aset kendaraan, dari hanya memanfaatkan kendaraan bekas, kini PDAM sudah memiliki 14 unit kendaraan roda empat keluaran 4 tahun terakhir, serta puluhan kendaraan roda dua.
Efanurza meingatkan, dengan keterbatasan insfrastruktur dan anggaran yang dimiliki PDAM, senantiasa berbenah lagi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.(ss)
Editor : Berita Minang






