Padang Pariaman-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang Pariaman berupaya untuk mendapatkan suntikan dana segar guna menjawab kebutuhan air pelanggan yang terus meningkat dengan kualitas pelayanan yang optimal.
Perusahaan milik pemerintah daerah ini sedikitnya membutuhkan dana sebesar Rp 20 Milyar untuk penambahan pipa dan perbaikan infrastruktur perpipaan seiring usia pipa lebih dari 25 tahun yang sudah uzur guna pengadaan air bersih sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
Alhasil, pipa distrubusi air pun keropos dan sering bocor, bahkan pipa-pipa tua itu tergerus longsor. Hal ini menjadi pemicu gangguan distribusi air ke pelanggan di Padang Pariaman.
PDAM sudah berupaya mewujudkan keinginannya meremajakan infrastruktur, namun tak kunjung terealisasi karena pengerjaannya perlu membutuhkan modal.
Direktur PDAM Aminuddin menyebutkan bahwa potensi sumber air yang menjanjikan di daerah Padang Pariaman. Banyaknya sumber air itu harus didukung dana yang memadai untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Direktur PDAM Aminuddin dana tersebut dibutuhkan di antaranya untuk membangun instalasi pengolahan air dan menganti pipa-pipa tua yang sudah bocor, serta untuk pengerjaan pipanisasi lainya. Kebocoran pipa menyebabkan tersendatnya aliran air rumah-rumah warga serta kualitasnya menjadi menurun.
Artinya, dengan memiliki modal 20 Milyar, perusahaan ini berpotensi besar mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan estimasi pelanggan sekitar 50 persen, PDAM sudah meraup pendapatan.
" Dengan estimasi pelanggan sekitar 50 persen, PDAM Padang Pariaman sudah meraup keuntungan. Kalau pelanggannya di atas 50 persen, pasti mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi perusahaan dan tentunya kas daerah," sebut Direktur PDAM Aminuddin saat kegiatan rapat redaksi di lingkungan PDAM, Senin 10 Juli 2023 di Kantor PDAM..
Sebagai komitmen daerah, Pemerintah bersama DPRD telah menganggarkan dana talangan sebesar 15 Milyar. Dana tersebut digunakan untuk belanja dan operasional PDAM.
Editor : Berita Minang






