SAWAHLUNTO - Dukung sertifikasi halal produk industri mikro UKM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto H.Dedi Wandra menyerahkan sertfikat halal gratis kepada seorang pelaku dunia usaha industri bubuk kopi cap Kunci Mas, Khairunnas Dt.Pito Sirajo, disaat acara pelatihan pendamping produk halal (P3H) yang diikuti 36 peserta di MAN Sawahlunto, Kamis (11/5/2023).
Dedi Wandra, mengatakan, banyak jenis produk UMKM terutama varian makanan dan minuman yang beredar serta banyak dikonsumsi masyarakat bisa memperoleh sertifikasi halal. Jika ini dilakukan akan menambah lisensi nilai jual para UKM karena produknya tidak diragukan lagi ke halalannya termasuk jenis produk lain seperti odol, gundar gigi,minuman, teh, kopi, dan lain-lain yang dijual diwarung.
Terkait itu, Dedi Wandra mengutarakan, dengan adanya sertifikasi halal yang diberikan ke pengusaha kopi ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai jualnya usaha bubuk kopinya. Selain turut membantu mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal untuk sebuah produk makanan yang dikonsumsi masyarakat.
"Mumpung sertifikasi halal yang diberikan gratis, maka saya mengajak para pelaku UMKM dapat memiliki sertifikat halal yang terus disosialisasikan oleh Kantor Kemenag melalui penyuluh agama Islam yang telah memiliki kompetensi dan lulus dalam pelatihan P3H untuk terus melakukan pendampingan di lapangan, dan jadikan momentum ini sebagai agenda sertifikasi halal menjadi garda terdepan di BPJPH." Ungkap Dedi Wandra.
Ditambahkan, Dedi, pihaknya sangat mengapresiasi penyuluh agama selaku tenaga pendamping Proses Produk Halal (P3H) sukses membuktikan kinerja sebagai pelayan masyarakat khususnya dibidang sertifikasi produk-produk UMK.
"Ini pekerjaan mulia, kesempatan bagi kita demi kemaslahatan umat, pasang niat ikhlas, laksanakan dengan penuh semangat," ucap Pak Dewa.
Sementara, Panitia Pelaksana Kasi Bimas Islam, Zulfahmi mengatakan, kegiatan tersebut difasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI, dengan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan selama satu hari penuh 35 orang merupakan penyuluh agama Islam yang telah lulus mengikuti tes pendamping P3H sebelumnya.
Sebagai barasumber, Magdalena Flora Sudarma merupakan Fasilitator P3H dari Lembaga Halal Center Muslim Cendikia menuturkan, sejauh ini tingkat keinginan pelaku usaha untuk sertifikat halal produk makanan dan minuman masih kurang karena merasa keberatan disebabkan berkai dengan masalah pajak penghasilan, padahal produk mereka hanya bagian dari industri mikro kecil yang memproduksi makanan kecil industri rumahan
"Kegiatan ini dilakukan satu hari penuh dan difokuskan pada soal teknis bagaimana pengisian aplikasi halal dan bagaimana kendala umum yang dihadapi di lapangan. Setiap peserta diwajibkan membawa satu dokumen calon pelaku usaha untuk praktek pengisian aplikasi halal tersebut." Ungkap Zulfahmi. (Iyos)
Editor :






