BUKITTINGGI - Meski ada perbedaan jatuhnya 1 Syawal 1444H antara Muhammadiyah dan Pemerintah, namun Shalat Idul Fitri 1444 H,yang digelar Pemko Bukittinggi di Lapangan Kantin, Sabtu (22/04) tetap diikuti ribuan jamaah.
Shalat Id ini diikuti langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala SKPD ribuan umat muslim Kota Bukittinggi yang merayakan Idul Fitri pada hari 1444H.
Ketua PHBI Bukittinggi, Zulfikar, menjelaskan,
Bertindak sebagai khatib pada Idul Fitri 1444 H ini, Ustadz H. Asyam Hafiz, Lc, Muballigh Sumatera Barat. Dengan imam, Efrizon, S.Ag. M.H. dari Qari/Dewan hakim kota Bukittinggi.
Kakan Kemenag Bukittinggi, Eri Iswandi, mengatkan, meskipun ada perbedaan, namun persatuan dan kesatuan ummat tetap terjalin, kerukunan terus terjaga. Idul Fitri menjadi hari kemenangan setelah ibada puasa.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, ucapan selamat Hari Raya Idul fitri 1444 Hijriyah. "Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Kami mengucapkan selamat datang di kampung halaman kepada perantau, semoga kebersamaan dengan keluarga dan sanak saudara menambah kebahagiaan dalam merayakan Idul Fitri 1444 H tahun ini," ucapnya.
Wako juga menyampaikan, berbagai program prioritas Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah dijalankan. Bagaimana memulihkan ekonomi masyarakat bagaimana mengurangi beban warga, di tengah kesulitan di berbagai bidang.
"Diantaranya, Tabungan Utsman yang dapat melepaskan warga dari jeratan rentenir. Selanjutnya, memastikan warga mendapat jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC). Bidang pendidikan, juga telah dibebaskan iuran komite pelajar SMA se derajat. Untuk perbaikan aqidah akhlak generasi muda, program satu kelurahan satu pondok tahfiz dan program penguatan ABS-SBK dengan penambahan muatan lokal, BAM, Fiqih, Sejarah islam, Aqidah Akhlak dan Bahasa Arab," ungkap Erman.
Semoga program ini bisa meningkatkan mental dan watak generasi muda berdasarkan ABS SBK dan pada akhirnya mencetak generasi emas Kota Bukittinggi yang religius nasionalis dan dijauhkan dari LGBT, ujar Wako.
Editor :






