Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti pelung besar dari bonus demografi terhadap perekomonian di Indonesia.
"Bonus demografi yang akan mencapai puncak di Tahun 2030-an adalah peluang besar kita untuk meraih Indonesia Emas 2045, 68% adalah penduduk usia produktif. Disinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita," jelas Jokowi.
Selanjutnya Peluang besar yang kedua adalah kepercayaan internasional yang dimiliki Indonesia saat ini, yang dibangun bukan sekedar melalui retorika semata. Melainkan melalui sebuah peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.
Selain itu, Jokowi juga memuji persiapan sumber Daya Manusia Indonesia, di mana salah satunya berhasil menurunkan angka stunting menjadi 21,6 persen di 2022, menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 di 2022, menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 di 2022.
Adapun persiapan anggaran perlindungan sosial total sebesar Rp 3.212 T dari thn 2015 -- 2023.
Selain itu, pada pidato itu Jokowi, juga menyampaikan beberapa hal penting lainnya terkait perkembangan dan kemajuan Indonesia untuk ke depannya.
Usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Rapat paripurna istimewa ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada jam satu siang, dalam rangka mendengarkan podato Presiden RI dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN tahun 2024 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya.
Berdasarkan pantauansumbarsatu,Sidang Paripurna Istimewa itu, hanya dihadiri 18 orang anggota DPRD saja dari 40 anggota DPRD Pasbar. Belum diketahui apa alasan banyaknya anggota DPRD Pasbar yang absen dalam sidang tersebut
Editor : Marjeni Rokcalva






