Pasaman Barat — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama DPRD terus memperkuat sinergi dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kerja sama antara eksekutif dan legislatif ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan anggaran dapat menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan penyusunan perubahan APBD dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi daerah serta kebutuhan terhadap program pembangunan. Pembahasan bersama DPRD menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai prioritas sebelum anggaran ditetapkan.
Dalam proses tersebut, Yulianto didampingi Wakil Bupati M. Ihpan, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Zulfi Agus. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas masukan yang diberikan selama pembahasan pendahuluan.
“Penyusunan rancangan perubahan APBD ini merupakan wujud kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD. Berbagai masukan yang diberikan menjadi bahan penting dalam menyempurnakan rancangan anggaran,” ujar Yulianto.
Dari rancangan yang disusun, pendapatan daerah Pasaman Barat pada perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp1,337 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp1,410 triliun. Nilai belanja tersebut meningkat sekitar Rp273,13 miliar dibandingkan APBD murni 2026.
Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah menyampaikan bahwa pembahasan perubahan APBD merupakan bagian dari fungsi DPRD dalam menjalankan pengawasan dan penganggaran bersama pemerintah daerah. Menurutnya, masukan dan pembahasan antara DPRD dengan pemerintah daerah diperlukan agar rancangan anggaran dapat disusun secara lebih terarah dan sesuai prioritas pembangunan.
Sinergi Pemkab dan DPRD Pasaman Barat diharapkan terus terjaga hingga seluruh tahapan perubahan APBD 2026 selesai. Dengan koordinasi yang baik, anggaran daerah diharapkan dapat dikelola secara akuntabel dan mendukung peningkatan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.







