BUKITTINGGI - Pemko Bukittinggi menggandeng 33 orang tokoh adat untuk mensukses pembelajaran Muatan Lokal BAM dan menanamkan ABS-SBK pada Pelajar SD dan SMP di Bukittinggi.
Pembelajaran muatan lokal itu, telah mulai diterapkan sejak 2022 lalu, diseluruh SD dan SMP Negeri di Bukittinggi.
Menurut Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, ada lima muatan lokal yang diterapkan yaitu, BAM, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Bahasa Arab dan Sejarah Islam. Kelima muatan lokal itu diberikan untuk membekali generasi muda Bukittinggi dengan kekuatan iman yang dibalut dengan adat budaya Minangkabau yang sejalan dengan Islam.
Khusus untuk BAM, Pemerintah Kota Bukittinggi berkolaborasi dengan Niniak Mamak, Tokoh Adat dan Bundo Kanduang. Tercatat 33 orang dari tokoh adat di Bukittinggi, menjadi guru tamu untuk mengajarkan BAM di seluruh SD dan SMP negeri, jelas Erman Safar
"Hasil mulai terlihat, anak anak sekarang sudah mulai mempraktekkan budaya Minang. Pemko bangga dengan kolaborasi Tokoh Adat dengan Pemerintah. Terima kasih pada Niniak Mamak dan Bundo Kanduang atas kontribusinya mendidik generasi muda Bukittinggi ini," ungkap Wako Erman Safar.
( Yus )
Editor :






