Ia menegaskan, upaya percepatan penurunan stunting ini memerlukan komitmen yang kuat dari kita semua, serta tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja, atau hanya dari unsur pemerintah pusat saja tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, dan mitra pembangunan, sehingga target menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024 dapat tercapai.
"Sebelum kita menindak lanjuti permasahalan tersebut, hendakanya kita yakinkan bahwa data kita ini bisa dipercaya dan bisa dipertanggung jawaban, agar nantinya ketika ada masukan masukan dari pihak lain, da ketika kita mempunyai data yang akurat, terukur dan terarah, kita bisa tawar menawar dengan data yang ada," tutup Rahmang.
Sementara itu, Kadis Pegendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Epi Delita menambahkan, pihaknya bersama Bappelitbangda sebagai koordinator dan tim Percepatan Pemulilhan Stunting akan turun pada bulan ini.
"Kami bersama tim dan masing-masing OPD akan turun pada minggu terakhir bulan Februari ini guna menindaklanjuti permasalahan tersebut," sebut Epi Delita.
Adapun anggaran yang digunakan pada kegiatan tersebut, di anggarkan pada masing-masing OPD yang ada di lingkungan pemerintah daerah setempat.
"Data yang didapat dari Dinas Kesehatan keluarga yang berisiko stunting sebanyak 2664 warga dari 26 nagari itu, data inilah yang harus kami tungggu dari msing-masing korong yang ada dinagari-nagari agar sesuai data tentang nama dan alamat (by name and by address) Dari data tersebut inilah yang perlu didampingi oleh tim pendamping keluarga," sebut dia.
Tim pendamping keluarga yakni, kader PKK, kader KB dan kader Bidan Desa yang dikoordinator oleh DPPKB itu yang akan langsung menuju ke warga yang by name an by addres di masing-masing korong itu.
Sehingga diharapkan, dalam waktu enam bulan daari Februari hingga September 2023, diyakini akan terjadi penurunan angka stuting di daerah itu, dan disaat Tim Stunting turun sekitar awal bulan Oktober kemungkinan data yang telah diperoleh secara pasti angka stunting di daerah itu terjadi penurunan. (YN)
Editor : Berita Minang






