Paritmalintang - Angka prevalensi stunting Padang Pariaman pada Tahun 2022 masih berada di angka 28,3 persen dari bayi yang berumur 5 tahun. Artinya, tiap tahun pemerintah daerah itu harus bekerja keras untuk menurunkan angka prevelensi stunting paling tidak 2,7 persen.
Sedangtkan pemerintah pusat meinginkan angka stunting itu menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Terkait hal itu, pemerintah daerah setempat menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pemulihan Stunting di daerah itu, Kamis (16/2) di Hall IKK. Kantor Bupati.
Wakil Bupati Padang Paiaman sekaligus Ketua stunting di daerah itu Rahmang memimpin rapat tersebut mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi mandat PP No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, terutama terkait denga npemantauan, evaluasi dan pelaporan untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan penuruna stunting di daerah itu.
Ia menyebutkan, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024. Strategi penurunan angka stunting juga sudah ditetapkan dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting sesuai PP No 72 Tahun 2021.
Ia menyebutkan, bahwa pemerintah saat ini terus menekankan agar setiap pelaksanaan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting harus dipastikan bahwa intervensi kegiatan yang dilakukan tepat sasaran keluarga berisiko stunting, sampai ke masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Semuannya ini harus juga dipastikan semua intervensi yang dilakukan oleh 7 OPD yang ada dilingkungan pemerintah daerah Padang Pariaman yakni, Dinas Kesehatan, dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, DPPKB, Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan. Selain itu Camat dan Walinagari agar focus untuk pencapaian target ini," sebut Ketua Stuntig Daerah Rahmang usai memimpin rapat tersebut.
Artinya, agar intervensi kegiatan kegiatan yang dilakukan ke 7 OPD sampai ke Kecamatan dan Nagari-ngari lokus lokus prioritas stunting yang telah ditetapkan benar-benar dipastikan sampai ke masyarakat sasaran.
"Hasil kegiatan ini sebagai bahan untuk penyusunan draf laporan dalam kegiatan tersebut guna progress percepatan penuruna stunting dan akan diminta masukan," sebut Rahmang.
Editor : Berita Minang






