IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Di Indonesia Dan 10 Besar MA Dan SMA Di Sumatera Barat

Wawako Bukittinggi Marfendi menghadiri milad ke 45 MAN 1 Bukittinggi. Foto : Dok.Kamenag Bkt
Wawako Bukittinggi Marfendi menghadiri milad ke 45 MAN 1 Bukittinggi. Foto : Dok.Kamenag Bkt
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bukittinggi telah terintegrasi menjadi madrasah yang berbasis sain dan riset, disamping porsi keagamaan yang cukup tinggi MAN 1 Bukittinggi juga madrasah yang secara Nasional termasuk dalam 700 madrasah yang dianggap berkwalitas di Indonesia dan 10 besar MA dan SMA di Sumatera Barat.

Untuk setingkat MAN saja, MAN 1 Bukittinggi terbaik kedua setelah MAN Insan Cendekia (IC) di Pariaman.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Barat, H. Hendri Pani Dias, pada Milad ke 45 MAN1 Bukittinggi, Selasa,(14/92).

Lebih lanjut H.Hendri Pani Dias, mengatakan, Milad yang digelar MAN 1 Bukittinggi ini, adalah untuk ajang promosi, sosialisasi dan unjuk prestasi, dan tak kalah pentingnya untuk evaluasi terhadap capaian dalam rentang 5 tahun terakhir, harapnya.

Dikatakannya, Diantara prestasi yang diraih MAN 1 Bukittinggi tingkat nasional seperti lomba Robotic dan MA keterampilan tingkat Provinsi Sumbar.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kita berharap madrasah yang ada di Bukittinggi menjadi yang terbaik ditingkat nasional," harapnya.

Sementara Wakil Walikota Bukittinggi H. Marfendi, menyampaikan sangat mengapresiasi acara milad MAN I Ke-45 ini, karena MAN 1 Bukittinggi ini sudah ikut membawa nama harum Kota Bukittinggi dengan meraih prestasi membanggakan, baik ditingkat Kota, Propinsi bahkan tingkat Nasional, ujar buya Marfendi.

"Dengan berbagai prestasi yang diraih, tentu harapanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan kreatifitasnya untuk menjadikan para siswa menjadi orang luar biasa. Dahulunya lembaga pendidikan yang ada di Sumatera Barat ini banyak menghasilkan orang-orang besar pada usia yang relatif sangat muda. Seperti Rasuna Said yang dibuang Belanda ke Semarang dalam usia 22 tahun, kenapa itu bisa terjadi, karena hasil pendidikan yang baik dan bagus ditengah masyarakat," ungkap Marfendi Wakil Walikota memberi motivasi.

( Yus)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH